solidgreat

Pages

Jumat, 12 Agustus 2011

TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA

Ajaran agama dapat meningkatkan kualitas iman dan taqwa terhadap Tuhan YME terutama adalah bagaimana niat dan tekad kita yang kuat serta adanya kesadaran dari diri sendiri untuk mempelajari dan mengamalkannya, dengan mengamalkan ajaran, kita termotivasi untuk berbuat baik dan benar terhadap tuhan (hablunminallah), sesama manusia (hablunminannas)dengan saling mencintai dan menyayangi serta saling menghormati antar umat beragama. islam adalah agama yang indah sekaligus mulia Konsep di rekomendasikannya islam sebagai agama oleh Allah SWT adalah rahmatan lil alamin.Dalam arti,islam adalah agama yang asal penciptaannya untuk menghidupkan kembali nilai-nilai ketuhanan yang telah pupus sekaligus penyempurna agama samawi sebelumnya.Yakni, memberikan rasa aman lagi nyaman terhadap siapa saja dengan cara menghormati keyakinan dan filsafat hidupnya.Dalam hal ini bukan bukan berarti kita sebagai seorang muslim merelakan mereka manjadi bagian dari orang kafir(non-muslim),akan tetapi dengan cara demikianlah terciptanya dasar-dasar persaudaraan umum/mutlak guna merevitalisasi ajaran islam tentang persamaan manusia dalam menjalankan tugas dan kewajiban yang umum,yaitu kewajiban agama dan tuntutan undang-undang,baik yang tertulis utuh dalam kitab suci maupun undang-undang secara konstitusi.
Toleransi kita terhadap mereka yang non muslim tidak boleh melampaui batas ajaran yang kita anut dan kita jadikan filsafat hidup,yakni agama islam.Lebih jelasnya,walaupun islam mengajarkan toleransi namun hanya sebatas dalam persamaan hak sebagai manusia,tidak lebih dari itu.Dengan kata lain,toleransi yang dapat mencampuradukkan aqidah islam tidak di benarkan dalam islam.Seperti nilai toleransi yang di pinta oleh Walid bin Mughirah,al-Ash bin Wail,al-Aswad bin Abdul muthalib,danUmayah bin Khalaf terhadap Rasulillah SAW.
Rasulillah di pinta oleh mereka untuk menyembah berhala yang mereka sembah.Tujuannya,agar perdamaian dapat tercipta diantara muslim dan non- muslim.Walaupun tujuan mereka baik,namun hal ini tentunya dapat mengganggu stabilitas aqidah umat islam.Oleh karenanya Allah berfirman: ”Katakanlah: Hai orang-orang kafir!...aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sebah.Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,dan kamu tidak pernah(pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.Untukmulah agamamu,dan untukkulah agamaku”.(Q.S.al-Kafirun: 1-6)
Begitu juga sebaliknya;islam tidak memperkenankan bagi pemeluknya menuntut toleransi,yang di dalamnya tidak terdapat nilai-nilai persaudaraan dan kemanusiaan(humanis),terhadap non muslim.Mawlana as-Syaik Abul A`la Maududi di dalam bukunya,Human raight in islam,berkata: “ Negara islam tidak boleh mencampuri hak-hak pribadi non-musim yang memiliki kemerdekaan penuh untuk menganut dan meyakini serta memiliki kebebasan untuk melakukan ritual-ritual serta upacara-upacara kagamaan mereka menurut caranya sendiri..Bukan saja boleh menyiarkan agama yang di anutnya,merekapun berhak untuk mengkritik islam dalam batas-batas yang di tetapkan oleh hukum dan kesusilaan”.
Menilik toleransi dalam di artikan sebuah sikap pengakuan terhadap seluruh umat manusia sebagai saudara,juga sebuah aplikasi humanis terhadap yang lain.Maka,sudah selayaknya bagi setiap muslim mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari guna menyiratkan keindahan ajaran islam.



Referensi:
Tafsir munir,terjemah alquran,human raight in islam