Tim Penyusun
Kelompok ll
Anggota :
1.
Ashfi Hani
2.
Hadi Muhaimin
3.
Ika Luthfiyah
5.
Pipit Aulia
6.
Riska Amelia
7.
Winda Murnia
Siapakah
Abu Bakar Itu
?
Abu Bakar adalah
seorang pedagang yang sukses .Ia tinggal
sekampung dengan Khodijah,
istri tercinta
Nabi Muhammad SAW. Abu
Bakar
adalah lelaki cerdas
yang berasal
Bani Tamim. Ia lahir pada tahun 576 M di
tengah
keluarga kaum kafir Quraisy.
Ayahnya
bernama Abu Quhafah.
Sedangkan wanita yang melahirkannya
bernama Ummul Khaer Salama.
Sebelum masuk Islam,
namanya adalah Abdul Ka’bah. Abu Bakar sendiri
mempunyai nama lengkap
yaitu, Abdullah
Ibnu Abi Quhafah at-Tamimi. Namun setelah
masuk Islam Rasulullah
memberinya nama Abu Bakar
serta gelar as-Shiddiq. Pemberian
gelar itu sendiri
bukan tanpa alasan, melainkan
karena ia selalu
membenarkan apa yang di katakan Rasulullah. Abu Bakar adalah
seorang lelaki yang dihormati dan disegani. Ia memiliki sikap dan perangai
yang yang baik serta berpengetahuan
yang luas. Ia pun dekat dengan masyarakat
sekitar serta akrab dengan siapapun.
Hijrahnya
Abu Bakar Dari
Kekafiran
Abu Bakar adalah
seorang saudagar seringkali
ia berkeliling kepelosok
negeri untuk berdagang. Salah satunya ke Yaman,
perjalanan inilah yang menjadi tolak awal hijrahnya
Abu Bakar dari kekafiran.
Suatu hari saat
Abu bakar berdagang
ke Yaman, ia bertemu dengan
seorang ahli kitab. Lelaki ahli kitab itu mengutarakan
ramalannya kepada Abu Bakar. Ahli kitab itu meramalkan
bahwa akan ada Nabi baru utusan terakhir
dari Allah SWT yang berasal
dari kaumnya, yakni kaum Quraisy. Setelah
mengutarakan ramalannya kepada
Abu Bakar , ahli kitab tadi kemudian menitipkan
syair-syair gubahannya kepada
Abu Bakar untuk diberikan
kepada Nabi yang terakhir tersebut, Abu Bakar lantas menerimanya
dan berjanji akan memberikan lembaran
syair-syair itu kapada orang yang
telah
diramalkan oleh ahli kitab tadi. Namun sang
ahli
kitab tidak menjelaskan
nama dan tempat
tinggal dari Nabi yang
akan
menerima lembaran syairnya
itu.
Sepulangnya Abu Bakar dari tanah Yaman, datanglah Abu Jahal dan Abu Bakhtari kerumahnya. Mereka berkata kapada Abu Bakar dengan nada tegang dan berapi-api. Ucapnya, telah ada seorang anak yatim bernama Muhammad yang mengaku sebagai Nabi utusan Allah yang terakhir. Setelah Abu Jahal dan Abu Bakhtari pulang dari rumahnya, Abu Bakar segera bergegas menuju rumah Khadijah. Abu Bakar kemudian berbincang-bincang dengan Nabi dan bertanya “ benarkah Engkau adalah seorang utusan Allah ?”. Nabi pun menjawab “ya” . Namun Abu Bakar meminta bukti, Nabi pun berkata:
“Tidak cukupkah lelaki tua yang kau temui di Yaman itu menjadi buktinya ?”
“Lelaki tua yang mana ?”. Tanya balik Abu Bakar.
“Lelaki tua ahli kitab yang menitipkan syair-syairnya untukku”. Jawab Nabi.
Mendengar hal tersebut, dengan mantap
Abu Bakar memutuskan
untuk masuk Islam dengan membaca 2 kalimat syahadat :“Aku bersaksi
bahwa tiada tuhan selain
Allah dan Muhammad
adalah
utusan Allah”.
Seorang
Pemimpin Yang Hebat
Abu Bakar merupakan
Khulafa`urrasyidin pertama sepeninggal
Rasulullah SAW. Abu Bakar terpilih
sebagai pemimpin pada tanggal
12 Rabi`ulAwwal tahun 11 Hijriyyah atau 8 Juni 632 Masehi.
Abu Bakar berhasil
memimpin kurang lebih 2
tahun 3 bulan. Beberapa
prestasi yang diraih Abu
Bakar dalam masa pemerintahannya,
antara lain: melakukan
perbaikan sosial; menciptakan
stabilitas wilayah Islam; memerangi
kaum yang tidak mau membayar
zakat pada bulan Sya`ban tahun 11 Hijriyyah/ Oktober 632 Masehi;
mengamankan wilayah Arab dari golongan orang-orang murtad
pada bulan Ramadhan
tahun 11 Hijriyyah / November 632 Masehi;
menangkap Nabi palsu (Musailamah)
pada
bulan Dzulhijjah tahun 11 Hijriyyah / Januari
633 Masehi; memberantas
perusuh di daerah tempat tinggalnya.
Selain itu, Abu Bakar juga berhasil mengumpulkan Ayat-ayat suci al-Qur`an yang merupakan anjuran dari sahabat Umar bin Khattab. Hal ini karena sahabat Umar merasa khawatir kehilangan teks asli al-Qur`an setelah kurang lebih 70 orang sahabat yang hafal al-Qur`an gugur di medan perang. Bukan hanya itu, berserakannya ayat-ayat al-Qur`an juga menjadi alasan yang lain. Ayat-ayat ini berserakan dikarenakan pada saat Nabi menyampaikan para sahabat menulisnya pada selembar daun, sehelai kulit kayu, sepotong tulang, ataupun pada lempengan batu, dan sebagainya.
Usul tersebut disambut baik dan diterima oleh khalifah Abu Bakar. Kemudian beliau menyuruh Zaid bin Tsabit untuk mengumpulkan Ayat-ayat al-Qur`an yang masih berserakan menjadi satu. Namun ketika Khalifah Abu Bakar wafat, kumpulan ayat-ayat al-Quran tersebut disimpan oleh Hafshah bin Umar, istri Rasulullah.
Setelah masalah mengenai Ayat al-Qur`an tersebut selesai, barulah Khalifah Abu Bakar bisa melangkahkan perjuangannya keluar daerah Romawi. Daerah-daerah itu meliputi syiria dan daerah jajahan persia yakni Irak. Sang Khalifah mengirimkan pasukan kaum muslimin ke Irak pada tahun 12 Hijriyyah / 633 Masehi.
Dengan senjata keimanan dan katakwaan yang kuat serta semangat Jihad yang tinggi, umat Islam dapat mengalahkan tentara Romawi dan Persia. Sehingga kedua daerah tersebut ( Syiria dan Irak ) dapat diduduki oleh umat Islam. Rakyatnya sangat senang di bawah lindungan Islam. Dalam meluaskan wilayah Islam ; Khalid bin Walid, Usamah bin Zaid, bin Haritsah mempunyai peran penting, yakni sebagai panglima perang yang handal.
Selain itu, Abu Bakar juga berhasil mengumpulkan Ayat-ayat suci al-Qur`an yang merupakan anjuran dari sahabat Umar bin Khattab. Hal ini karena sahabat Umar merasa khawatir kehilangan teks asli al-Qur`an setelah kurang lebih 70 orang sahabat yang hafal al-Qur`an gugur di medan perang. Bukan hanya itu, berserakannya ayat-ayat al-Qur`an juga menjadi alasan yang lain. Ayat-ayat ini berserakan dikarenakan pada saat Nabi menyampaikan para sahabat menulisnya pada selembar daun, sehelai kulit kayu, sepotong tulang, ataupun pada lempengan batu, dan sebagainya.
Usul tersebut disambut baik dan diterima oleh khalifah Abu Bakar. Kemudian beliau menyuruh Zaid bin Tsabit untuk mengumpulkan Ayat-ayat al-Qur`an yang masih berserakan menjadi satu. Namun ketika Khalifah Abu Bakar wafat, kumpulan ayat-ayat al-Quran tersebut disimpan oleh Hafshah bin Umar, istri Rasulullah.
Setelah masalah mengenai Ayat al-Qur`an tersebut selesai, barulah Khalifah Abu Bakar bisa melangkahkan perjuangannya keluar daerah Romawi. Daerah-daerah itu meliputi syiria dan daerah jajahan persia yakni Irak. Sang Khalifah mengirimkan pasukan kaum muslimin ke Irak pada tahun 12 Hijriyyah / 633 Masehi.
Dengan senjata keimanan dan katakwaan yang kuat serta semangat Jihad yang tinggi, umat Islam dapat mengalahkan tentara Romawi dan Persia. Sehingga kedua daerah tersebut ( Syiria dan Irak ) dapat diduduki oleh umat Islam. Rakyatnya sangat senang di bawah lindungan Islam. Dalam meluaskan wilayah Islam ; Khalid bin Walid, Usamah bin Zaid, bin Haritsah mempunyai peran penting, yakni sebagai panglima perang yang handal.
Wafatnya
Sang Pemimpin
Khalifah Abu Bakar wafat saat berkecamuknya perang Yarmuk. Perang besar ini
berkecamuk selama
kurang lebih tiga bulan. Khalifah Abu Bakar berpulang
kepangkuan Sang Khaliq pada bulan Jumadil Akhi rtahun
13 Hijriyyah
/ Agustus 634 Masehi. Sebelum Abu Bakar wafat, Sang Khalifah
telah menetapkan Umar bin
Khattab
sebagai khalifah berikutnya.
Dalam sebuah
hadits yang diriwayatkan
oleh Anas bin Malik,
dalam kitab Ushfuriyah
hadits ke 14 disebutkan
bahwa Nabi bertaya
kepada malaikat Jibril:
“ Adakah hisab bagi umatku
? “
“
Ada, kecuali Abu Bakar. Bagi Abu Bakar tak ada hisab
”. Jawab
Jibril.
Maka pada saat hisab dilaksanakan, Abu Bakar diperkenankan masuk ke dalam Surga.
“ Abu Bakar,
masuklah ke dalam Surga
! “.
“ Tidak. Aku tidak akan masuk Surga jika orang yang mencintaiku tidak masuk Surga“. Jawab Abu Bakar.
“ Tidak. Aku tidak akan masuk Surga jika orang yang mencintaiku tidak masuk Surga“. Jawab Abu Bakar.
“ Subhanallah “
Sumber:
1. Pustaka Insan Amani “ Seri AssabiqunalAwwalun ”
2. Kitab Ushfuriyah, hadits ke 14
Sumber:
1. Pustaka Insan Amani “ Seri AssabiqunalAwwalun ”
2. Kitab Ushfuriyah, hadits ke 14
