SOSIAL - BUDAYA BY : SOLIDGREAT
WAROTSATUL ANBIYAUlama adalah pewaris para nabi , sebuah hadist rosulullah SAW. Tidak ada yang mengelak bahwa peran ulama sangatlah penting bagi umat karena ulama mempengaruhi secara lahir dan bathin dalam rangkaian waktu yang panjang bagi umat . Ulama juga merupakan pelita yang menerangi kehidupan di segala zaman . tapi bagaimanakah jejak dan potret ulama yang dinisbatkan master piece Nya Allah (Muhammad SAW) sebagai pewaris para nabi dizaman yang serba canggih sekarang?
Indonesia merupakan negeri dengan tradisi ulama yang kuat , setiap daerah memiliki ulama khas dan norma tertentu dalam menghormatinya. Di desa lazim diketahui bahwa ulama menempati posisi teramat penting di banding golongan lain ,di daerah jawa tengah ulama dikenal sebagai kyai , dijawa barat dikenal sebagai Ajengan , di minangkabau ulama dipanggil Buya atau tuanku ,masyarakat Lombok menyebut ulama dengan sebutan takzim atau tuan guru.
Namun diluar itu semua , ternyata ironi tercipta dalam kehidupan ulama masa kini. Belakangan ulama adalah siapa saja yang bicara tentang islam tanpa tahu betul tentang islam , terlebih kalau mereka itu bicara di televisi serta gemar memakai sorban ,bersarung ,dan berpeci . cenderung masyarakat menilai ulama tanpa mengetahui latar belakang kedalaman ilmu pengetahuan islam yang dimilikinya. Dengan demikian mereka tidak pantas di sebut sebagai ulama karena tidak ada sifat keulamaan pada hati dan dirinya.
Mereka cenderung pada dunia dan karenanya mereka dengan mudah menjual ayat dan memberikan fatwa palsu golongan ini di sebut oleh imam Al GHOZALI sebagai ulama su’.mereka inilah yang disinyalir membuat keresahan dalam umat dengan menjelek-jelekkan ulama lain dan berselisih pendapat karena mereka merasa dirinya paling alim. Dengan menafsiri dan berfatwa sesuai nafsunya tanpa melihat sisi syariat yang akhirnya berdampak melenceng jauh dari syariat islam.
Yang paling mendasar penyebabnya adalah mereka hanya mengejar dunia , harta ,tahta, benda sehingga mata hatinya tertutup dari rahmat Allah ia juga rela menjelekkan ulama lain karena takut tersaingi , begitu juga pola pikirnya pun dangkal tidak menguasai ilmu bathin hanya yang lahiriahnya saja. Tentunya ini sangat memprihatinkan , karena bisa mempengaruhi dan memperparah kondisi umat.
Quraisy shihab menilai ada empat tugas ulama atau kyai yang selaras dengan tugas kenabian dalam mengembangkan kitab suci yakni, menyampaikan ajaran – ajarannya, menjelaskan ajaran – ajarannya dan memutuskan perkara atau masalah yang dihadapi masyarakat dan memberikan contoh – contoh pengamalan syariat islam walaupun amat sulit mewariskan kebersahajaan dan ketulusan yang diajarkan nabi Muhammad SAW. Yang diwariskan oleh nabi tentang keikhlasan keadilan sebagaimana firman Allah SWT. Yang artinya “ …….sesungguhn
ya Allah menyuruh( kalian) berlaku adil dan berbuat kebajikan …(QS. An- Nahl :90), kesederhanaan , ahlak yang mulia ,ilmu yang tinggi , kasih sayang yang nyata dan tidak berorientasi pada materi.
Diluar itu semua sebenarnya seorang ulama yang benar- benar pawaris nabi tentulah mereka mencontoh dengan baik kemuliaan akhlak nabi , memberi sumbangan besar dan menyejukkan umat , menyuruh umat untuk ber amar ma’ruf nahi munkar ,tunduk dan patuh kepada Allah dengan cara yang santun sebagaimana firman Allah :……….sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba- hambanya hanyalah Ulama sesungguhnya Allah maha perkasa lagi maha pengampun (QS.Al Fathir :28).Wallahua’lam bissawab
Sumber:
• Terjemah Alqur’an
• Sejarah kebudayaan Islam
• Majalah Hidayah
• Tafsir Munir
• Budai
solidgreat
Pages
Kamis, 09 Februari 2012
WAROTSATUL ANBIYA
Label:
sosial budaya
MEMAHAMI PEMERINTAH SEBAGAI PELAYAN
( SOSIAL- BUDAYA BY : SOLIDGREAT )
MEMAHAMI PEMERINTAH SEBAGAI PELAYAN
Pada dasarnya diturunkannya Islam sekitar + 14 abad yang lalu adalah penyempurna agama samawi sebelumnya sekaligus “ rohmatan lil alamin “ (belas kasih terhadap seluruh alam). Salah satu konsep dasar kepemerintahan dalam islam adalah khalifah . Oleh karena itu , kita perlu melakukan pengkajian terhadap salah satu konsep islam , khususnya konsep khalifah dari perspektif kepentingan untuk menemukan prinsip managemen Islam sebagaimana telah kita pahami bersama tugas dan fungsi manusia dimuka bumi ini adalah sebagai khalifah Allah “ Khalifatullaha fil ardhi “ atau dengan kata lain konsep khalifah adalah konsep umum tentang fungsi manusia sebagai pengelola dunia yang di huninya artinya jika kita telaah lebih dalam konsekwensi tugas ini akan tampak jelas adanya benang merah dengan konsep dasar dari tugas seorang manager dalam konteks sebuah organisasi dari perspektif Islam walaupun Islam bukan sekedar organisasi.
Pemerintah adalah pelayan artinya sebagai pemerintah harus melayani dengan sepenuh hati kepada rakyatnya . Kalau kita kaji lebih dalam lagi tentang historis di jazirah arab munculnya agama Islam yang disiarkan oleh nabi Muhammad SAW Islam bermakna selamat , damai dan pasrah kepada Allah SWT. Agama Islam mengajarkan tentang bagaimana menyikapi kehidupan yang benar dan mengajarkan seluruh aspek kehidupan . nabi Muhammad sendiri menghabiskan umurnya untuk kemaslahatan ummat.
Seiring dengan bergulirnya waktu , fungsi para pemerintah (Khalifah) yang semula menjadi pengayom , pelindung , membentengi dan sekaligus pendidik masyarakat, sempat juga menjadi imamal mujahidin . kemudian sekarang mengalami pergeseran makna yang sangat drastis , yaitu pemerintah hanya sebagai formalitas nama artinya tidak mau tahu urusan rakyat ,pemerintah yang hedonistik yang merusak masa depan rakyat , pemerintah corrupt yang mengambil hak rakyat yang bukan hak pemerintah ,pemerintah yang diktator yang semaunya sendiri tanpa mempunyai rasa peduli kepada rakyat pemerintah yang tidak mau mendengar jeritan kaum marginal ( kaum tepinggirkan ).
Akibatnya masyarakat menjadi kurang dalam memenuhi kebutuhan ekonomi , kurang bisa memenuhi SDM , instabilitas ekonomi , dekadensi moral , kurang terdidik , menjadi Negara yang kurang maju dalam pendidikan dan ekonomi ,banyak permusuhan dan perkelahian yang akhirnya beruntun pada peperangan .
Islam sendiri mengajarkan kasih sayang , mamberikan hak yang layak terhadap kaum miskin dan tertindas , pemerintah tidak mengambil hak rakyat yang bukan hak pemerintah , menjadi cermin yang patut bagi rakyat agar tercapai keadilan kemakmuran dan ukhuwah ( persatuan ) demi mendapat ridho Allah seperti firman Allah yang artinya “dan diantara manusia ada yang mengorbankan dirinya karena mencari ridho Allah (QS.al Baqarah 207)” Wallahu a’lam bissawab.
Sumber :
• Sejarah smp VII
• Sejarah kebudayaan Islam
• Alqur’an terjemah
• Budai
• MUHAMMAD IQBAL The Reconstruction Of Religius thought islam
MEMAHAMI PEMERINTAH SEBAGAI PELAYAN
Pada dasarnya diturunkannya Islam sekitar + 14 abad yang lalu adalah penyempurna agama samawi sebelumnya sekaligus “ rohmatan lil alamin “ (belas kasih terhadap seluruh alam). Salah satu konsep dasar kepemerintahan dalam islam adalah khalifah . Oleh karena itu , kita perlu melakukan pengkajian terhadap salah satu konsep islam , khususnya konsep khalifah dari perspektif kepentingan untuk menemukan prinsip managemen Islam sebagaimana telah kita pahami bersama tugas dan fungsi manusia dimuka bumi ini adalah sebagai khalifah Allah “ Khalifatullaha fil ardhi “ atau dengan kata lain konsep khalifah adalah konsep umum tentang fungsi manusia sebagai pengelola dunia yang di huninya artinya jika kita telaah lebih dalam konsekwensi tugas ini akan tampak jelas adanya benang merah dengan konsep dasar dari tugas seorang manager dalam konteks sebuah organisasi dari perspektif Islam walaupun Islam bukan sekedar organisasi.
Pemerintah adalah pelayan artinya sebagai pemerintah harus melayani dengan sepenuh hati kepada rakyatnya . Kalau kita kaji lebih dalam lagi tentang historis di jazirah arab munculnya agama Islam yang disiarkan oleh nabi Muhammad SAW Islam bermakna selamat , damai dan pasrah kepada Allah SWT. Agama Islam mengajarkan tentang bagaimana menyikapi kehidupan yang benar dan mengajarkan seluruh aspek kehidupan . nabi Muhammad sendiri menghabiskan umurnya untuk kemaslahatan ummat.
Seiring dengan bergulirnya waktu , fungsi para pemerintah (Khalifah) yang semula menjadi pengayom , pelindung , membentengi dan sekaligus pendidik masyarakat, sempat juga menjadi imamal mujahidin . kemudian sekarang mengalami pergeseran makna yang sangat drastis , yaitu pemerintah hanya sebagai formalitas nama artinya tidak mau tahu urusan rakyat ,pemerintah yang hedonistik yang merusak masa depan rakyat , pemerintah corrupt yang mengambil hak rakyat yang bukan hak pemerintah ,pemerintah yang diktator yang semaunya sendiri tanpa mempunyai rasa peduli kepada rakyat pemerintah yang tidak mau mendengar jeritan kaum marginal ( kaum tepinggirkan ).
Akibatnya masyarakat menjadi kurang dalam memenuhi kebutuhan ekonomi , kurang bisa memenuhi SDM , instabilitas ekonomi , dekadensi moral , kurang terdidik , menjadi Negara yang kurang maju dalam pendidikan dan ekonomi ,banyak permusuhan dan perkelahian yang akhirnya beruntun pada peperangan .
Islam sendiri mengajarkan kasih sayang , mamberikan hak yang layak terhadap kaum miskin dan tertindas , pemerintah tidak mengambil hak rakyat yang bukan hak pemerintah , menjadi cermin yang patut bagi rakyat agar tercapai keadilan kemakmuran dan ukhuwah ( persatuan ) demi mendapat ridho Allah seperti firman Allah yang artinya “dan diantara manusia ada yang mengorbankan dirinya karena mencari ridho Allah (QS.al Baqarah 207)” Wallahu a’lam bissawab.
Sumber :
• Sejarah smp VII
• Sejarah kebudayaan Islam
• Alqur’an terjemah
• Budai
• MUHAMMAD IQBAL The Reconstruction Of Religius thought islam
Label:
sosial budaya
Langganan:
Postingan (Atom)

