solidgreat

Pages

Kamis, 09 Februari 2012

WAROTSATUL ANBIYA

SOSIAL - BUDAYA BY : SOLIDGREAT

WAROTSATUL ANBIYA
Ulama adalah pewaris para nabi , sebuah hadist rosulullah SAW. Tidak ada yang mengelak bahwa peran ulama sangatlah penting bagi umat karena ulama mempengaruhi secara lahir dan bathin dalam rangkaian waktu yang panjang bagi umat . Ulama juga merupakan pelita yang menerangi kehidupan di segala zaman . tapi bagaimanakah jejak dan potret ulama yang dinisbatkan master piece Nya Allah (Muhammad SAW) sebagai pewaris para nabi dizaman yang serba canggih sekarang?
Indonesia merupakan negeri dengan tradisi ulama yang kuat , setiap daerah memiliki ulama khas dan norma tertentu dalam menghormatinya. Di desa lazim diketahui bahwa ulama menempati posisi teramat penting di banding golongan lain ,di daerah jawa tengah ulama dikenal sebagai kyai , dijawa barat dikenal sebagai Ajengan , di minangkabau ulama dipanggil Buya atau tuanku ,masyarakat Lombok menyebut ulama dengan sebutan takzim atau tuan guru.
Namun diluar itu semua , ternyata ironi tercipta dalam kehidupan ulama masa kini. Belakangan ulama adalah siapa saja yang bicara tentang islam tanpa tahu betul tentang islam , terlebih kalau mereka itu bicara di televisi serta gemar memakai sorban ,bersarung ,dan berpeci . cenderung masyarakat menilai ulama tanpa mengetahui latar belakang kedalaman ilmu pengetahuan islam yang dimilikinya. Dengan demikian mereka tidak pantas di sebut sebagai ulama karena tidak ada sifat keulamaan pada hati dan dirinya.
Mereka cenderung pada dunia dan karenanya mereka dengan mudah menjual ayat dan memberikan fatwa palsu golongan ini di sebut oleh imam Al GHOZALI sebagai ulama su’.mereka inilah yang disinyalir membuat keresahan dalam umat dengan menjelek-jelekkan ulama lain dan berselisih pendapat karena mereka merasa dirinya paling alim. Dengan menafsiri dan berfatwa sesuai nafsunya tanpa melihat sisi syariat yang akhirnya berdampak melenceng jauh dari syariat islam.
Yang paling mendasar penyebabnya adalah mereka hanya mengejar dunia , harta ,tahta, benda sehingga mata hatinya tertutup dari rahmat Allah ia juga rela menjelekkan ulama lain karena takut tersaingi , begitu juga pola pikirnya pun dangkal tidak menguasai ilmu bathin hanya yang lahiriahnya saja. Tentunya ini sangat memprihatinkan , karena bisa mempengaruhi dan memperparah kondisi umat.
Quraisy shihab menilai ada empat tugas ulama atau kyai yang selaras dengan tugas kenabian dalam mengembangkan kitab suci yakni, menyampaikan ajaran – ajarannya, menjelaskan ajaran – ajarannya dan memutuskan perkara atau masalah yang dihadapi masyarakat dan memberikan contoh – contoh pengamalan syariat islam walaupun amat sulit mewariskan kebersahajaan dan ketulusan yang diajarkan nabi Muhammad SAW. Yang diwariskan oleh nabi tentang keikhlasan keadilan sebagaimana firman Allah SWT. Yang artinya “ …….sesungguhn
ya Allah menyuruh( kalian) berlaku adil dan berbuat kebajikan …(QS. An- Nahl :90), kesederhanaan , ahlak yang mulia ,ilmu yang tinggi , kasih sayang yang nyata dan tidak berorientasi pada materi.
Diluar itu semua sebenarnya seorang ulama yang benar- benar pawaris nabi tentulah mereka mencontoh dengan baik kemuliaan akhlak nabi , memberi sumbangan besar dan menyejukkan umat , menyuruh umat untuk ber amar ma’ruf nahi munkar ,tunduk dan patuh kepada Allah dengan cara yang santun sebagaimana firman Allah :……….sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba- hambanya hanyalah Ulama sesungguhnya Allah maha perkasa lagi maha pengampun (QS.Al Fathir :28).Wallahua’lam bissawab

Sumber:
• Terjemah Alqur’an
• Sejarah kebudayaan Islam
• Majalah Hidayah
• Tafsir Munir
• Budai

Tidak ada komentar:

Posting Komentar